Rabu, 26 Januari 2011

Leaving On A Jet Plane

Chantal Kraviasuk

Im….Im….

All my bags are packed I’m reade to go

I’m standin’ hare outside you door

I hate to wake you up to say goodbye

But the dawn is breaking’ I’ts early morn

The taxi’s waltin’ he’s blowin’ his horn

Al ready I’m so lonesome I could die

So kiss me and smile for me

Tell me that you’ll walt for me

Hould me like you’ll never let me go

‘couse I’m leaving on a jet plane

I don’t know when I’ll be back again

Oh….bebe, I hate to go

I’m….I’m….

There’s so many times I’ve let you down

So many times I’ve played around

I’ll tell you now, the don’t mean athing

Every place I go, I think of you

Every song I sing, I sing for you

When I come back I’ll were you wedding ring

( Back to Reff )

Now the time has come to leave you

One more time oh let me kiss you

And clouse your eyes and I’ll be on my way

Dream about the days to come

When I won’t have to leaving alone

About the times that I won’t have to say

( Reff)_

And I’m leaving on jet plane

I don’t know when I’ll be back again

Oh….. bebe, I hate to go

But I’m leaving on jet plane

A a a a a

Leaving on jet plane

Kamis, 13 Januari 2011

Cara Mengalahkan Dorongan Nafsu dan Dosa

0 komentar

Cara Mengalahkan Dorongan Nafsu dan Dosa

Manusia baru dapat terhindar dari penyakit dosa dan kejahatan-kejahatan tatkala ia meyakini bahwa dosa dan kejahatan itu lebih berbahaya dan lebih memudhoratkan dari seorang pencuri, ular atau binatang buas lainnya dsb. Dan tatkala keperkasaan, keagungan serta wibawa Allah setiap saat menjadi pertimbangannya.

Dalam keseharian kita, terlihat nyata bahwa manusia dapat meninggalkan keinginan, kemauan, dan kehendak-kehendak hatinya. Misalnya seorang yang sakit diabetes, dokter benar-benar melarangnya dari memakan makanan yang manis. Maka orang itu, demi nyawanya, menyentuh makanan-makanan manis pun dia tidak mau. Jadi demikian pula halnya keinginan rohani dan dorongan nafsu. Jika keagungan dan keperkasaan Allah ta'ala telah tertanam di dalam kalbunya dengan benar, maka sikap tidak mentaati Allah akan dia rasakan lebih buruk dari memakan api dan lebih buruk dari maut.

Sekian banyak manusia mengetahui kekuasaan dan wibawa Allah ta'ala, dan sekian banyak dia meyakini bahwa mengingkari-Nya merupakan suatu hukuman yang berat, maka sebanyak itu pulalah akan menjauhi dosa, kemungkaran dan menjauhi sikap melawan hukum. Lihat sebagian orang mengalami "kematian" sebelum maut datang. Apa yang dialami oleh para akhyaar, abdaal, dan quthub, apa yang terdapat pada diri mereka? Jawabannya adalah keyakinan itu tadi. Pengetahuan yang penuh yakin serta qath'i, secara pasti dan secara fitra memaksa seseorang untuk suatu hal tertentu. Persangkaan mengenai Allah ta'ala tidaklah dapat mencukupi. Keraguan tidak tidak dapt memberi manfaat. Pengaruh telah ditanamkan hanya di dalam keyakinan. Pengetahuan yang penuh keyakinan mengenai sifat-sifat Allah ta'ala, justru lebih banyak memberikan pengaruh dibandingkan pengaruh yang ditimbulkan oleh halilintar yang sangat menakutkan. Akibat pengaruh itulah orang-orang menundukkan kepala dan membungkuk.

Jadi seberapa banyak keyakinan yang dimiliki seseorang, sebanyak itu pulalah dia akan menghindari dosa.


Indahnya Persahabatan

Tiada mutiara sebening cinta..
Tiada sutra sehalus kasih sayang..
Tiada embun sesuci ketulusan hati..
Dan tiada hubungan seindah persahabatan..
Sahabat bukan

MATEMATIKA yang dapat dihitung nilainya..
EKONOMI yang mengharapkan materi..
PPKN yang dituntut oleh undang-undang..

Tetapi

Sahabat adalah SEJARAH yang dapat dikenang sepanjang masa..